image description image description image description image description image description

Selamat datang di elearning STIAMI

Elearning Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Manfaat yang dapat diperoleh dari pembelajaran dengan e-learning adalah meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan dosen atau instruktur (enhance interactivity), memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility), menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach aglobal audience), dan mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

Dies Natalis 30 Tahun STIAMI : Menghijau Untuk Negeri Sukses Digelar di Monas

image description

Monumen Nasional ( Monas ) menjadi tempat bersejarah diselenggarakannya Puncak Perayaan Dies Natalis STIAMI yang ke-30 tahun yang tepat jatuh pada hari Minggu, 27 Januari 2013. Menggandeng erat Kementerian Kehutanan, tema “Menghijau Untuk Negeri” dirasa pas dengan kondisi Indonesia khususnya Jakarta yang baru saja kena musibah banjir yang sempat membuat Jakarta lumpuh untuk beberapa hari.

Tema “Menghijau Untuk Negeri” dikandung maksud sebagai sebuah keinginan yang mulia dari Sivitas STIAMI dengan warna alamamater hijau untuk menegaskan positioning STIAMI sebagai kampus yang selalu ingin memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan negeri dengan memperkuat sinergitas Sivitas STIAMI sesuai dengan peran masing-masing. Tema ini juga sengaja diangkat, sebagai bentuk kepedulian STIAMI terhadap persoalan lingkungan yang perlu dijaga kesinambungan dan kelestariannya melalui prinsip reduce, reuse, recycle dan replace yang sebangun dengan program integrasi dan efisiensi yang telah dicanangkan STIAMI sejak tahun 2012. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Panitia Dies Natalis, Dedy Kusna Utama pada laporannya.